KARAWANG | DAULATPUBLIK.COM – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang, Rusman Kusnadi, ST, akhirnya angkat bicara terkait sorotan publik atas lemahnya pengawasan terhadap sejumlah proyek infrastruktur di daerahnya. Dalam wawancara eksklusif, Rabu (8/10/2025), Rusman menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan, menerima kritik konstruktif, dan menindak tegas oknum pengawas maupun kontraktor yang tidak profesional.
“Saya ini bagian dari kontrol masyarakat. Jadi kami tidak menutup diri terhadap kritik selama itu bersifat membangun dan memang perlu kami tindak lanjuti,” ujar Rusman Kusnadi.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan di lapangan, terutama dalam hal kualitas pengawasan proyek yang dinilai belum merata.
“Kualitas pengawas di lapangan itu berbeda-beda. Kami sudah melakukan pelatihan, tetapi personel kami terbatas, hanya 35 orang, sementara titik pekerjaan tersebar luas. Satu pengawas bisa mengawasi hingga lima lokasi,” terangnya.
Lebih lanjut, Rusman menjelaskan bahwa Dinas PUPR telah mengingatkan para kontraktor agar lebih transparan dengan menampilkan gambar kerja di setiap lokasi proyek. “Itu penting supaya masyarakat tahu apa yang sedang dikerjakan, mulai dari panjang, tinggi, hingga jenis pekerjaan,” katanya.
Menanggapi kritik media yang menilai Dinas PUPR kerap tertutup terhadap konfirmasi, Rusman membantah tudingan tersebut. “Kadang kami sedang rapat, pesan belum terbaca, atau lupa ditindaklanjuti. Tapi itu jadi bahan evaluasi bagi kami. Ke depan, kami akan melakukan briefing dengan para kepala bidang dan pengawas lapangan agar komunikasi lebih baik,” jelasnya.
Rusman juga menegaskan adanya sanksi bagi pengawas atau kontraktor yang tidak profesional. “Kalau ada oknum pengawas yang tidak bertanggung jawab, tentu akan kami tindak. Bisa dikurangi jumlah pengawasannya, bahkan dihentikan sementara,” tegasnya.
Ia juga menyoroti proyek yang hasilnya tidak sesuai harapan. “Kalau fungsinya hilang, ya jangan dibayar. Masih ada masa pemeliharaan enam bulan ke depan, itu kesempatan untuk memperbaiki,” ungkapnya dengan nada tegas.
Dalam kesempatan yang sama, Rusman menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap insan pers. “Saya tidak alergi wartawan. Semua kepala bidang di PUPR juga tidak alergi terhadap wartawan. Mungkin mereka hanya sibuk dan lupa membalas pesan dari rekan-rekan media,” ujarnya.
Dinas PUPR Karawang, lanjutnya, akan terus melakukan pembenahan terhadap kinerja para pengawas di lapangan agar bekerja lebih maksimal. Ke depan, dinas juga akan memberikan teguran kepada pemborong dan pengawas yang tidak profesional.
“Keberfungsian infrastruktur adalah ukuran utama keberhasilan dinas ini,” pungkasnya.
(Red)



