Selasa, Juni 2, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 13

Aksi Solidaritas APDESI Tuntut Keadilan kepada PT Pertiwi Lestari Karawang

Karawang – Daulatpublik.com

07/04/2026.Sejumlah kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Karawang menggelar aksi solidaritas guna menuntut keadilan terhadap pihak PT Pertiwi Lestari. Aksi tersebut berlangsung dengan tertib dan mendapat pengawalan aparat keamanan, sebagai bentuk penyampaian aspirasi atas dugaan persoalan yang melibatkan perusahaan dengan masyarakat desa.
Dalam aksi tersebut, para peserta menyuarakan tuntutan agar PT Pertiwi Lestari bersikap transparan dan bertanggung jawab terhadap berbagai persoalan yang dinilai merugikan masyarakat. APDESI menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa dalam memperjuangkan hak-hak warga yang terdampak.
Koordinator aksi menyampaikan bahwa pihaknya berharap adanya itikad baik dari perusahaan untuk membuka ruang dialog dan menyelesaikan permasalahan secara adil dan bijaksana. Menurutnya, komunikasi yang terbuka sangat diperlukan guna menghindari konflik berkepanjangan.
“Aksi ini adalah bentuk solidaritas kami sebagai kepala desa. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan keadilan dan haknya terpenuhi,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Selain itu, APDESI juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk turun tangan dalam memfasilitasi penyelesaian masalah tersebut. Mereka menilai, peran pemerintah sangat penting dalam menjembatani kepentingan masyarakat dan pihak perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Pertiwi Lestari belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut. Namun, situasi di lokasi aksi terpantau kondusif dan para peserta membubarkan diri secara tertib.
Aksi solidaritas ini diharapkan menjadi momentum untuk mendorong penyelesaian persoalan secara adil serta memperkuat sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak perusahaan di Kabupaten Karawang.

Jaelani

Halal Bihalal Keluarga Besar PGRI Korwil Cambidik Kecamatan Lemahabang, Pererat Silaturahmi Pasca Idulfitri

Karawang – Daulatpublik.com

Keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Koordinator Wilayah (Korwil) Cambidik Kecamatan Lemahabang menggelar kegiatan Halal Bihalal pada Jumat, 3 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antar tenaga pendidik dan jajaran pendidikan di wilayah Kecamatan Lemahabang, pasca perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, para guru dan staf pendidikan saling bermaafan serta memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut. Acara ini juga diisi dengan tausiah keagamaan yang mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan, keikhlasan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Perwakilan PGRI Korwil Cambidik Kecamatan Lemahabang menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas dan sinergi antar guru.
“Melalui momentum ini, kami berharap seluruh anggota PGRI semakin solid dan terus berkontribusi dalam mencerdaskan generasi bangsa,” ujarnya.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama, yang menambah kekhidmatan sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan di antara seluruh peserta yang hadir.

Nurdin/jaelani

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Mashudi, tepatnya di depan gerbang Perum PMI 2, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang

Karawang – Daulatpublik.com

Senin dini hari (6/4/2026) sekitar pukul 00.10 WIB. Insiden tersebut melibatkan dua sepeda motor dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan korban lainnya mengalami luka berat.

Berdasarkan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Vario yang dikendarai Herman (45), warga Cikampek, keluar dari gerbang perumahan dan hendak berbelok ke kanan. Pada saat bersamaan, sepeda motor Honda Supra X yang dikendarai Muhamad Giri Sanjaya (18) melaju dari arah Senopati menuju pertigaan Cariu dengan kecepatan tinggi.

Tabrakan pun tak terhindarkan hingga kedua pengendara terjatuh. Akibat kejadian tersebut, Herman dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara itu, pengendara Supra X mengalami luka berat berupa patah lengan kiri serta luka di bagian kepala dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan ini juga menyebabkan kerusakan pada kedua kendaraan yang terlibat.

Pihak kepolisian Polsek Kotabaru langsung menyerahkan nya ke Unit Laka Lantas Polres Karawang untuk penanganan dan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, mengurangi kecepatan, serta memperhatikan kondisi sekitar demi keselamatan bersama. Ratna

Sumber:ckpinfo.

Hajatan menjadi Maut di Campaka, Purwakarta Diduga Dipicu Miras, Aktivis Soroti Peredaran Minuman Keras

Purwakarta – Daulatpublik.com

6 April 2026 – Peristiwa tragis yang terjadi dalam sebuah acara hajatan di wilayah Campaka, Kabupaten Purwakarta, menyita perhatian publik. Insiden yang berujung maut tersebut diduga kuat dipicu oleh konsumsi minuman keras (miras) di lokasi acara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan terjadi saat sejumlah tamu undangan terlibat perselisihan yang diduga dipengaruhi oleh kondisi tidak sadar akibat miras. Situasi yang semula merupakan acara silaturahmi berubah menjadi chaos hingga mengakibatkan korban jiwa.
Menanggapi kejadian tersebut, aktivis dari Daulatpublik, Jaelani, angkat bicara. Ia menilai peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa peredaran miras di wilayah Purwakarta masih marak dan belum tertangani secara maksimal.
“Ini bukan sekadar kejadian biasa, tetapi alarm keras bagi semua pihak. Peredaran miras di Purwakarta masih sangat mudah diakses, bahkan hingga ke acara masyarakat seperti hajatan,” ujar Jaelani, Senin (06/04/2026).
Menurutnya, lemahnya pengawasan serta kurangnya penegakan hukum terhadap peredaran minuman keras menjadi faktor utama yang memicu kejadian serupa terus berulang. Ia mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk bertindak tegas.
“Jika tidak ada langkah konkret, bukan tidak mungkin kejadian seperti ini akan terus terjadi dan memakan korban lagi,” tegasnya.
Jaelani juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak memberikan ruang bagi peredaran miras di lingkungan sekitar, terutama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, pihak berwenang dikabarkan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kronologi lengkap serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa pengawasan terhadap konsumsi dan distribusi minuman keras perlu diperketat demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Jaelani

SPMB SMK Jayabeka 01 Karawang Resmi Dibuka Tahun Ajaran 2026/2027

0

Karawang | daulatpublik.com

SMK Jayabeka 01 Karawang resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin, 6 April 2026.
Kepala SMK Jayabeka 01 Karawang, Oni Luthfi Afian, menyampaikan bahwa pembukaan SPMB ini merupakan langkah awal dalam menjaring calon peserta didik yang berkualitas dan siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“SPMB tahun ini kami buka secara transparan dan profesional, dengan harapan dapat menjaring siswa-siswi terbaik dari berbagai daerah,” ujar Oni.
Ia menambahkan, SMK Jayabeka 01 Karawang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi keahlian, fasilitas praktik yang memadai, serta kerja sama dengan dunia industri.
Adapun program keahlian yang tersedia di SMK Jayabeka 01 Karawang dirancang sesuai kebutuhan dunia kerja, sehingga lulusan diharapkan memiliki keterampilan yang siap pakai.
Pihak sekolah juga mengimbau kepada para orang tua dan calon siswa untuk segera mendaftarkan diri sesuai jadwal yang telah ditentukan, serta melengkapi persyaratan administrasi yang berlaku.
Dengan dibukanya SPMB ini, SMK Jayabeka 01 Karawang optimistis dapat mencetak generasi muda yang unggul, kompeten, dan siap menghadapi tantangan global.

Nurdin/Jaelani

Apresiasi Kejujuran Kabid PSDA di Sidang Tipikor, Spanduk “Terima Kasih Agung Mulya” Bertebaran di Bekasi

0

BEKASI – Daulatpublik

Pemandangan berbeda terlihat di sekitaran pusat pemerintahan Kabupaten Bekasi. Sejumlah spanduk berlatar belakang merah mencolok yang mengatasnamakan Gerakan Bersama Rakyat (GEBER) terpasang di beberapa titik strategis. Spanduk tersebut memuat pesan apresiasi khusus yang ditujukan kepada Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (Kabid PSDA) Kabupaten Bekasi, Agung Mulya.

​Pesan dalam spanduk tersebut tertuliskan “Gerakan Bersama Rakyat Mengucapkan Terimakasih Kepada Yth Bpk. AGUNG MULYA Yang Telah Berani JUJUR, Di Pengadilan TIPIKOR Pada Pengadilan Negeri Bandung.”

​Aksi pemasangan spanduk ini merupakan bentuk dukungan moral terhadap keberanian Agung Mulya yang menjadi saksi dalam persidangan perkara dugaan korupsi “Ijon Proyek” APBD Kabupaten Bekasi di Pengadilan Tipikor Bandung. Dalam kesaksiannya, Agung secara terbuka mengakui adanya praktik fee 10 persen sebagai syarat mutlak dalam setiap kegiatan proyek di lingkungan Pemda Kabupaten Bekasi.

​Praktisi Hukum sekaligus tokoh GEBER, Raga Siliwangi, menyatakan bahwa pengakuan tersebut adalah langkah krusial untuk membedah borok birokrasi yang selama ini tertutup rapat.

​”Kami mengapresiasi kejujuran saudara Agung Mulya. Di tengah tekanan birokrasi, beliau berani mengungkap fakta adanya syarat mutlak fee 10 persen tersebut. Ini adalah momentum bagi Kabupaten Bekasi untuk bersih-bersih,” ujar Raga Siliwangi dalam keterangannya di Markas Geber, Cikarang.

​Fakta persidangan yang mengungkap bahwa lelang proyek seringkali hanya menjadi formalitas atau “plotting” mendapat sorotan tajam dari GEBER. Raga Siliwangi menegaskan bahwa jika pemenang proyek sudah ditentukan melalui lobi-lobi awal (ijon), maka pengusaha lokal yang kompeten akan tersingkir oleh oknum yang dekat dengan kekuasaan.

​Menyusul viralnya dukungan publik ini, GEBER mengeluarkan beberapa poin desakan tegas yaitu mendesak KPK RI untuk mendalami keterlibatan pihak lain, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) hingga Kepala Dinas. Memastikan seluruh oknum yang menikmati aliran dana “Ijon” diproses secara hukum agar praktik ini tidak menjadi budaya. Dan mengajak pimpinan daerah untuk melakukan evaluasi dan pembersihan total terhadap pejabat yang terbukti terlibat praktik uang pelicin.

​Selain Agung Mulya, persidangan tersebut juga menghadirkan sejumlah pejabat strategis lainnya dari Dinas Perkimtan, Bappeda, Dinas Bina Marga, hingga Dinas Pendidikan.

​”Kejujuran adalah langkah awal perbaikan. Kami berharap saksi-saksi lain mengikuti jejak ini demi menyelamatkan APBD Kabupaten Bekasi agar benar-benar dirasakan oleh rakyat, bukan segelintir pejabat,” tutupnya. (Red Jaelani)

MBG di Desa Pangulah Berjalan Baik, Ibu Haji Nurul Tekankan Transparansi Menu Makanan

1

Karawang- Daulatpublik

5 April 2026 – Pelaksanaan program MBG di Desa Pangulah, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, mendapat apresiasi dari masyarakat. Program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan siswa dan warga tersebut dinilai berjalan dengan baik, tertib, dan tepat sasaran.
Salah satu tokoh masyarakat, Ibu Haji Nurul, menyampaikan bahwa transparansi dalam pelaksanaan program, khususnya terkait menu makanan, menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik.
“Alhamdulillah program MBG di Desa Pangulah berjalan baik. Kami juga memastikan bahwa menu makanan yang diberikan jelas, terbuka, dan sesuai dengan kebutuhan gizi,” ujar Ibu Haji Nurul.
Ia menambahkan bahwa keterbukaan informasi mengenai jenis makanan, kualitas, hingga distribusinya sangat diperlukan agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.
Program MBG sendiri diharapkan mampu membantu meningkatkan asupan gizi bagi siswa serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Dengan adanya pengawasan dan transparansi dari berbagai pihak, program ini diharapkan dapat terus berjalan optimal dan berkelanjutan.
Masyarakat pun menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan berharap agar kualitas serta konsistensinya tetap terjaga ke depannya. Nurdin /jaelani

Plt Bupati Bekasi Tidak Punya Empati Terhadap Aksi Demo Mahasiswa

BEKASI –daulatpublik

“Sebuah ironi menyakitkan tersaji di jantung pemerintahan Kabupaten Bekasi. Di saat ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus bersimbah keringat dan berhadapan dengan barikade aparat demi menyuarakan penderitaan rakyat, Plt Bupati Bekasi sebelumnya justru asyik menjamu kelompok tertentu di ruang ber-AC sambil menikmati makan siang.

​Kontras tajam ini terekam jelas pada Kamis (2/4/2026). Di balik dinding tertutup ruang audiensi, Plt Bupati Bekasi, Dr. Asep Surya Atmaja, terlihat menikmati suasana kekeluargaan bersama sejumlah pimpinan Ormas dan LSM serta Pimpinan Media yang tergabung dalam aliansi tertentu. Rekaman video yang beredar memperlihatkan suasana akrab dengan hidangan nasi rames.

​”Luar biasa ini, disediakan makan oleh Pak Plt Bupati… di sela waktu sibuk beliau,” ujar salah satu pimpinan organisasi yang hadir sembari mengacungkan jempol.

​Meskipun ada upaya pembelaan yang menyebutkan bahwa audiensi tersebut selesai pada pukul 13.45 WIB, beberapa saat sebelum massa mahasiswa tiba pukul 14.22 WIB. alasan ini dianggap sebagai pembelaan yang lemah. Fakta bahwa Plt Bupati memiliki waktu untuk jamuan makan siang bersama beberapa Ketua LSM dan Ormas yang tergabung dalam aliansi tertentu, namun memilih menghindar saat ratusan mahasiswa datang membawa aspirasi krusial menunjukkan adanya prioritas yang tebang pilih.

​Upaya mahasiswa untuk masuk ke Komplek Pemda dijawab dengan ​Pagar besi yang terkunci rapat, barikade ketat aparat keamanan, aksi saling dorong yang mengakibatkan kericuhan.

​Ketidakhadiran Plt Bupati Bekasi di lapangan memicu kekecewaan mendalam dan mempertegas tudingan adanya standar ganda dalam menerima aspirasi. Mahasiswa menilai pemerintah daerah lebih nyaman berdiskusi di meja makan daripada menghadapi kritik terbuka di jalanan.

​”Sangat disayangkan, jika untuk makan siang bersama aliansi tertentu ada waktu, mengapa untuk menemui mahasiswa yang membawa aspirasi ribuan rakyat Bekasi di depan gerbang justru tidak bisa, mengapa?” tegas Muhammad Faisal Haq salah satu mahasiswa yang ikut aksi.

Ia menambahkan bahwa hal ini menunjukkan adanya sekat tebal antara pemimpin dengan rakyatnya yang sedang mengkritik. Padahal, tuntutan yang dibawa oleh Aliansi Cipayung Plus menyentuh urat nadi permasalahan di Kabupaten Bekasi, di antaranya :
1. ​Dugaan Korupsi : Penuntasan kasus-kasus hukum yang melibatkan pejabat daerah.
2. ​Angka Pengangguran : Ironi tingginya pengangguran di tengah kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara.
3. ​Infrastruktur Hancur : Buruknya kondisi jalan yang mengancam keselamatan warga.
4. Banjir di Kabupaten Bekasi : setiap musim hujan Kabupaten Bekasi manjadi langganan Banjir, butuh solusi yang tepat untuk mengatasinya.

​Keengganan kepala daerah untuk turun langsung menemui massa bukan sekadar masalah jadwal, melainkan representasi dari matinya empati dan ketidaksiapan mental dalam menghadapi kritik publik secara transparan. Bekasi tidak butuh pemimpin yang hanya bisa menjamu, tapi pemimpin yang berani mendengar di bawah terik matahari. (Red Jaelani)

Bupati Karawang Tegaskan guru TaK perlu takut ungkap kecurangan MBG

Karawang Daulatpublik.com –

02 April 2026 – Bupati Karawang, H,Aep Saepulloh, menegaskan kepada seluruh tenaga pendidik agar tidak takut mengungkap dugaan kecurangan dalam distribusi program MBG di Kabupaten Karawang.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga transparansi serta memastikan program MBG berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
Menurut Aep Saepulloh, guru memiliki peran strategis dalam mengawasi pelaksanaan program di lapangan. Oleh karena itu, ia mendorong para guru untuk berani melaporkan jika menemukan adanya indikasi penyimpangan.
“Jangan takut untuk mengungkap kebenaran. Jika ada kecurangan dalam distribusi MBG, segera laporkan. Pemerintah daerah akan memberikan perlindungan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir praktik kecurangan dalam bentuk apapun. Oknum yang terbukti melakukan pelanggaran akan ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Karawang berkomitmen memperkuat sistem pengawasan serta membuka ruang pengaduan bagi masyarakat dan tenaga pendidik. Langkah ini diharapkan mampu mencegah terjadinya penyimpangan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap program MBG.
Dengan adanya dukungan dari para guru dan masyarakat, distribusi program MBG diharapkan dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat maksimal bagi penerima. Jaelani

Bupati Karawang, Aep Saepulloh, membagikan minuman nutrisi kepada anak-anak sekolah dalam kegiatan groundbreaking pembangunan jembatan yang digelar pada Rabu (02/04/2026).

KarawangDaulatpublik.com
Bupati Karawang, Aep Saepulloh, membagikan minuman nutrisi kepada anak-anak sekolah dalam kegiatan groundbreaking pembangunan jembatan yang digelar pada Rabu (02/04/2026).

“Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh antusias dari para siswa yang hadir. Pembagian minuman nutrisi ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kesehatan dan kebutuhan gizi anak-anak, khususnya di lingkungan sekolah.
Selain dihadiri oleh Bupati Karawang, acara ini juga turut melibatkan jajaran TNI AD yang berperan dalam mendukung proses pembangunan infrastruktur. Kehadiran TNI AD menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan aparat dalam mempercepat pembangunan demi kepentingan masyarakat.
Turut hadir pula kepala desa setempat yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan memperlancar aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bupati Aep Saepulloh menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat, termasuk kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang baik, sekaligus mendorong pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari warga serta para siswa yang hadir.

Jaelanihttp://Bupati Karawang, Aep Saepulloh, membagikan minuman nutrisi kepada anak-anak sekolah dalam kegiatan groundbreaking pembangunan jembatan yang digelar pada Rabu (02/04/2026).